Viewer

Sabtu, 20 Agustus 2016

Pantai Ngetun, yang tidak akan bikin " Getun "

    Bagi kamu yang mungkin sedang " Need Vitamin Sea " alias lagi butuh piknik akibat aktivitas yang bikin hectict mungkin, ada rekomendasi pantai bagus di Yogyakarta yang dijamin gak bikin kamu " Getun " ( baca : kecewa ), namanya pantai Ngetun atau Ngitun, entahlah mana yang benar, intinya gak bakal getun. Pantai yang tergolong perawan alias masih jarang dikunjungi orang dan belum dikembangkan sebagai kawasan wisata ini terletak di Dusun Sureng, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul. Lokasinya di barat pantai Timang, pantai yang terkenal dengan aktivitas mencari lobsternya. Papan penunjuk arah menuju pantai Ngetun sangat kecil, jadi jika khawatir tersesat alangkah baiknya kamu bertanya ke warga sekitar.

Jalanan nya keren, kiri kanan batu karst

    Ketika sudah bertemu dengan papan penunjuknya, kamu akan dihadapkan jalan cor semen yang saat ini telah di aspal, sayangnya jalan menuju ke pantai tidak diaspal seluruhnya, untuk kesananya lagi akses jalannya masih berbatu. Kami mengendarai mobil dan ban kami bocor ketika melalui jalan ini karena bebatuannya yang cukup tajam, jadi pastikan kalian selalu berhati - hati, dan bila memungkinkan bawa ban cadangan bagi yang mengendarai mobil, karena disekitar daerah sini tidak tersedia tukang tambal ban.

    Setelah perjalanan yang kurang nyaman , kendaraan kamu akan diberhentikan dan parkir disebuah pusat mata air, selanjutnya kamu harus berjalan kaki. Jalanan yang kamu lalui pun berbatu dan terjal dan cukup licin. Begitu kamu sampai lokasi kamu akan diambut dengan sebuah pantai dengan pasir putih yang halus dengan deburan ombak.

    Kami dan teman - teman Arjuna langsung mencari tempat teduh untuk beristirahat sembari menyantap bekal dari Yogyakarta, rasanya nikmat sekali. Kondisi pantai masih sepi, hanya ada beberapa kios warga yang berjualan makanan dan minuman ringan. Hanya ada bebrapa wisatawan saja pada hari itu, kami seperti merasa sedang berada di pantai pribadi
kami sedang menikmati bekal


    Oh ya ada mitos yang berkembang disini, yaitu barang siapa yang duduk di sebuah batu yang berada di tengah bibir pantai, maka dia akan jadi gila. Entah benar atau tidak, yang pasti masyarakat telah memasang papan larangan.
Nah, ini dia batu yang dimaksud

cocok buat kamu yang cari kedamaian


    Nah, di Jogja banyak sekali pantai tersembunyi yang layak untuk dikunjungi. Bagi kamu yang sedang berencana melakukan perjalanan ke Jogja yang sungguh istimewa ini, dan memerlukan kendaraan dengan harga bagus, jangan sungkan - sungkan untuk menghubungi Arjuna Rent Car, Rental bagus Harga bagus. Armda kami semua dalam keadaan yang prima, tentu kan mendukung liburan berharga kamu.

hubungi kami di :

081235600923
081216368178

Kunjungi Office kami di :

Jl. Amerta Raya no 01, Jombor, Sleman, Yogyakarta.

Kamis, 18 Agustus 2016

Kuy dab, wisata Geo Heritage ke Lava bantal, Ngayogyakarto

    Destinasi wisata mana saja yang akan kamu datangi ketika sedang merencanakan liburan ke Yogyakarta ?, apakah jl Malioboro ? pantai Parangtritis ? ataukah candi Ratu Boko ?. Negeri Ngayogyokarto memang sungguh mengagumkan, Jogja tak hanya sekedar tiga tempat itu. Tak ada salahnya kamu memasukkan list liburanmu untuk menjajal sensasi wisata geoheritage di Lava Bantal.

    Geoheritage sendiri adalah warisan geologi yang terbentuk secara alami dan memiliki nilai sangat tinggi dan luar biasa karena merepresentasikan rangkaian rekaman, proses geologi yang saling berhubungan, sehingga secara keseluruhan merupakan bagian penting dari sejarah dinamika bumi. Nah, artinya ketika kamu melakukan wisata geoheritage di Lava bantal maka kamu akan diajak mengulik bagaimana terjadinya Pulau Jawa.

    Lava bantal terletak di Dusun Watuadeg Desa Jogotirto, Berbah, Sleman. Tepatnya di bibir sungai Opak . Titik ini menjadi pintu gerbang untuk memulai perjalanan kamu ke masa 60 juta tahun lalu. Kejutan pertama yang akan kalian dapati pada objek wisata yang baru diresmikan 30 mei 2016 kemarin oleh Sultan Hamengku Buwono X, adalah sebuah bongkahan batu besar berwarna hitam mengkilat dibibir sungai yang strukturnya menyerupai bantal. Batu ini merupakan penanda masa lalu, dimana pada awalnya batu ini adalah lava cair bersuhu tinggi hasil erupsi gunung api yang membeku dengan cepat karena terkena air, hingga membentuk gumpalan. 

Bebatuan yang tersingkap aliran sungai Opak

    Lava bantal yang tersingkap oleh gerusan aliran sungai Opak merupakan fenomena alam yang menarik dan penting, sebagai bukti yang menunjukkan proses awal terbentuknya gunung api pertama di Jawa.
Lava dilihat dari atas


    Jika kamu ingin tau lebih medalam soal wisata jenis ini, disarankan kamu mencari ahli yang mendampingimu agar waktu yang kamu habiskan tidak sia - sia . Kamu bisa menikmati keindahan alam sekaligus memperkaya wawasanmu dari orang kompeten.

    Sekedar tips, pastikan kamu memakai pakaian nyaman, sepatu kasual dan kamu bisa juga membawa payung atau jas hujan untuk berjaga - jaga.


    Jika kamu sedang merencanakan perjalanan di Yogyakarta atau kota - kota disekitarnya, dan kamu memerlukan kendaraan bagus dengan harga bagus, maka jangan sungkan - sungkan untuk menghubungi kami, dan dapatkan penawaran menarik dari Arjuna Rent car, Rental bagus untuk kamu.

Hubungi kami di :

+62 81235600923
+62 81216368178

Kunjungi Office kami di :

Jl Amerta Raya no 1, Jombor, Sleman, Yogyakarta.




Rabu, 17 Agustus 2016

Mengenal Tugu Pal Putih, si landmark Yogyakarta

 Hi, kawan, tentu kalian sudah tak asing lagi dengan gambar disamping bukan ?, yap, itu adalah tugu Pal Putih yang menjadi ikon kota Yogyakarta. Rasanya kurang afdol bagi para wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta tanpa berselfie ria didepan tugu ini. Namun apakah kalian tahu bagaimana sejarah dari tugu ini ?

        well, tugu yang sudah berdiri selama kurang lebih tiga abad ini dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono I. Tugu ini merupakan garis imaginer yang bersifat magis yang menghubungkan antara Laut Selatan, Keraton Yogyakarta dan gunung Merapi. Bangunan ini menggambarkan Manunggaling Kawula Gusti yang merupakan semangat persatuan untuk melawan para kaum penjajah. Semangat persatuan ini tergambar dari tiang banguan yang berbentuk silinder, atau dalam bahasa Jawanya disebut gilig , sedangkan puncaknya berbentuk bulat atau golong bahasa Jawanya, sehingga tugu ini disebut tugu Golong Gilig. tugu ini sekaligus menjadi penunjuk arah ketika Sultan yogyakarta melakukan meditasi meghadap puncak Merapi. Ketinggian tugu ini pada awalnya mencapai 25 meter.

       Kondisi tugu Golong gilig berubah total pada tahun 1867, tepatnya pada tanggal 10 Juni, ketika itu terjadi bencana alam, yaitu gempa bumi yang mengakibatkan runtuhnya bangunan tugu. Pada tahun 1889, pemerintah Belanda merenovasi bangunan tugu. Tugu dibuat dengan bentuk persegi dengan tiap sisi dihiasi semacam prasasti yang menunjukkan siapa saja yang terlibat dalam renovasi tersebut. bagian puncaknya tak lagi berbentuk bulat, melainkan diubah menjadi bentuk kerucut dengan ujung runcing. Ketinggian bangunan dibuat 10 meter lebih pendek dari bangunan semula. Sejak saat itu, tugu golong gilig juga disebut De Witt Paal atau Tugu Pal Putih.

Perombakan tugu tersebut sebenarnya terdapat maksud tersembunyi dari penjajah Belanda yang ingin mengikis persatuan antara rakyat dan raja. namun pada kenyataanya semangat persatuan rakyat tidak goyah sedikitpun.

nah, bagi anda yang ingin menikmati suasana malam di Yogyakarta, tidak ada salah nya anda memilih tugu Pal Putih sebagai tempat bercengkrama sambil menyeruput wedang ronde yang banyak dijajakan oleh pedagang kaki lima, juga tersedia bangku yang nyaman.


Keindahan Yogyakarta memang seperti tiada habisnya untuk dikulik, tak heran banyak wisatawan yang berbondong - bondong datang kesini. Untuk anda yang ingin merencanakan perjalanan ke Yogyakarta dan memerlukan kendaraan yang nyaman, jangan sungkan - sungkan menghubungi kami, dan dapatkan penawaran menarik dari Arjuna Rent Car, Rental Bagus untuk mendukung kenyamanan anda.

Hubungi kami di :

+62 81235600923
+62 81216368178

Kunjungi Office kami di :

Jl Amerta Raya no 1, Jombor, Sleman, Yogyakarta.